SALAM PERDAMAIAN


hidup sukses adalah:sukses dunia akhirat. Didunia selalu bersyukur atas segala kenikmatan yg diberikan, dan merasa berkecukupan, tidak akan puas untuk mencari ridlo Illahi.kesuksesan akhirat adalah bisa bertemu sang Murobbi disurga kehidupan abadi

Sabtu, 27 Juni 2009

IBADAH JALAN UTAMA RIZQI


Banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah, atau sebaliknya, langkah dengan hasil, dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya "normatif ". buat seorang yang tidak berilmu, kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya, bukan karena ia bersedekah ketika shalat jumat. beda dengan yang berilmu, yang menganggap hal tersebut adalh bukan kebetulan.
inilah yang kami sebut sayang bila tidak dimetodekan. Seseorang cendrung tidak mengulangi, tidak istiqomah, karena barang kali dianggap sebuah kebetulan. padahal, yang namanya sistem, ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cendrung baku. Artinya, bila dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka "subhanallah"seorang akan naik terus derajatnya. dan semua ini pun semua terjadi atas ridlo dan izinnya.
saudaraku, yg dimulyakan Allah... dalam urusan mencari rizqi, mencari dunia-NYA, Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia, memberikan cara yang mudah bagi manusia.
Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot, cara yang sukar. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaraan rezqi-NYA.
Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepadaNYA. sedekah,shalat malam,memberi makan anak yatim menyenangkan hati yang berduka adalah:"hanya sekian" dari apa yang disebut sebagai ibadah.
Bila ibadah diperbaiki, maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. Namun apabila ibadah buruk, maka kehidupan buruk yang akan terhidang. ibadah biasa saja, hidup pun akan biasa saja. tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah.
bila tampak dunia yang bagus, tapi ditangan orang-orang yang tidak rajin beribadah, jangan buru-buru silau. kiranya itulah kebaikan dari Allah, barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. namun dia hanya memiliki duniaNYA,tidak memiliki diri dan keridhaan-NYA.
alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai pemilik dunia. itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah: ibadah. tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan,rasa, dan pikiran seorang hamba tertuju kepada sang kholiq.
tapi apa boleh buat, ketiadaan ilmu yang barang kali membuatseseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipat gandakan hasil keringatnya, hasil tenaga dan pikirannya. yaitu tadi.. lewat jalan Ibadah.
tidak ada yang bim salabim. jalan ibadah pun bukan jalan bim salabim. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya.
jalan ibadah adalah jalan yang berproses. karenanya, disetiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat, bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah.
Contoh, anjuran memberikan makan anak yatim dan/atau menanggung sebanyak-banyaknya anak asuh, harus kita lihat sebagai "jam kerja" tambahan juga. jam kerja / usaha ikhtiyar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri: semisal ditoko, diwarung, kantor,di keperluan belanja usaha. adapun "jam"tambahannya, ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut.
jadi, ibadah adalh sebuah ikhtyar juga, karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu, energi,biaya, dan lain sebagainya. inilah yang disebut bekerja dengan Allahdan untuk Allah.
karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah, ya ada bayarannya. siapa yang bayar?.. ya Allah! dan karena bayarannya dari Allah, ya besarannya berbeda dengan hasil keringatnya sendiri.subhanallah..
sebuah contoh: shalat malam, untuk bisa shalat malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekedar dua rekaat. Ya, saya menyebut dua rekaat itu sebagai "lembur". Allah menghitungnya sebagai ibadah, ibadah kan artinya menghamba kepada Allah. Menjadi abdi-NYA, menjadi pelayanNYA, dan ini juga pekerjaan. Makanya, karena kerjanya sama Allah, maka bayarannya subhanaallah pasti lebih besar dari pada kerja sama manusia.
lihat saja bayaran Allah untuk" pekerjaan" yang satu ini, pekerjaan tahajud; siapa yang shalad dua rekaat ditengah malam, khairun minaddunyaa wama fiiha, maka baginya lebih baik pahalanya kebaikannya) disisi Allah dari pada dunia segala isinya.

mnur ali. 27-06-2009 SM kolom ym

Tidak ada komentar: