SALAM PERDAMAIAN


hidup sukses adalah:sukses dunia akhirat. Didunia selalu bersyukur atas segala kenikmatan yg diberikan, dan merasa berkecukupan, tidak akan puas untuk mencari ridlo Illahi.kesuksesan akhirat adalah bisa bertemu sang Murobbi disurga kehidupan abadi

Jumat, 08 Mei 2009

SUKSES JUAL DAWET, TERBANG KEMEKKAH


Penjual es dawet satu ini bisa menjadi penyebar virus sukses ' bagi penjual minuman lainnya.
kendati menjual dagangan berkeliling, tapi hasilnya, jangan ditanya. cukup untuk ongkos naik haji.
itulah kisah penjual dawet sukses bernama marsono (39) dan istrinya (33) desa kedung sari mulyo kecamatan welahan jepara, setelah berjuang keras berjualan es dawet, marsono bisa melaksankan niatnya untuk menunaikan rukun islam kelima naik haji. perjuangan hidupnya diceritakanya kepada harian METEOR pada makan siang diwarung kecil dipinggir jalan raya semarang - jepara.
marsono mengawali pekerjaan sebagai asisten distudio foto kecil di jakarta, saat itu tahun 1986 nekat pergi ke ibu kota, selepas lulus smp diwelahan jepara. di jakarta Marsono mencoba peruntungan bekerja distudio foto. namun hanya bertahan setahun , kemudian pilih hengkang pada tahun 1987. dia lantas pulang kampung.
dalam posisi jobles alias menganggur, marsono putar otak . tiba-tiba idenya muncul untuk berwiraswasta dodolan dawet. dengan modal seadanya, kemudian mulai membangun gerobak dawet seharga Rp 40ribu,dan belanja untuk keperluan bahan minuman, saat itu sebesar Rp 9000. tanpa kenal lelah, marsono mulai menjajakan es dawetnya keliling genting hingga Dondong.
" dari pagi sampai siang saya menjajakan dawet keliling. terkadang sampai sore hari,"jelas ayah dari dua anak. area operasi jualan cukup variasi. pada, pagi hari pukul 07.00 WIb, dirinya jualan ditrengguli atau tempat sekarang. Namun, mulai jam 09,00 Wib , keliling sampai daerah dondong.
setelah menikahi suripah pada 1994, marsono memberanikan diri tidak berjualan keliling. "kalau jualan keliling harus mencari tempat ramai supaya dawet laris. Namun, jika menetap hasilnya lebih besar, karena pelanggan langsung datang kesini," ucapnya.
Dengan membangun atap dari terpal, marsono menempati lapaknyaberukuran 4x3 meter dipinggir jalan raya semarang - jepara. pelanggan dawet sudah banyak, teruma sopir-sopir yang kebetulan melintas didepan warungnya. ketika warung dawet buka jam 07,00, sudah ada pelanggan datang memesan dua mangkok minuman jenis cendol ini. mungkin kalo memesan sampai 3 mangkokmalu kali mas,"imbuhnya.
selain sopir pelanggan yang datang untuk menikmati dawet buatanya, juga ada PNS,PELAJAR, IBU RUMAH TANGGA,BIDAN,GURU,hingga pejabat,dan politikus.
untuk mendongkrak penjualan. marsono mulai memikirkan renovasi warung dawet, kalo awalnya beratap terpal,kini di ganti genteng dan bedinding kayu."tahun2000, saya membangun warung ini menjadi kayu semuanya. sekitar Rp 2.juta dana yang ludes,"ucapnya"
Alhasil,setelah warung cukup cantik, omzet penjualan juga meningkat. para pelanggan jadi senang berlam-lama nenggak dawet bersama-sama rombongan. bahkan jika sedang ramai-ramainya, dalam sehari marsonobisa menghabiskan 700sampai 800 mangkok dawet, namun pas sepi-sepinya,seperti bulan agustus, untuk mencapai angka 400 mangkok harus disyukuri.
" pada masa sepi, hanya berlangsung satu bulan, yakni agustus setelah itu kembali rame sepertibiasa,."biasanya pada bulan oktober .warungnya kembali ramai hasil berjualan dawetnya ini , marsono dan istrinya berencana menunaikan ibadah haji, tahun depan.th:2008.
wassalam.......

Tidak ada komentar: